Buat mom,bunda,ibu dan siapapun yang sedang menghadapi anaknya yang susah makan *termasuk saya sih sebenarnya* rasanya tips ini bagus juga...
Saat anak kita menginjak usia batita, aktivitas makan kadang jadi hal yang
'menakutkan'. Kita mungkin akan menyajikan segala jenis makanan yang
komposisinya menurut kita sudah sehat dan terlihat menarik. Sayangnya,
sebagian besar menu seperti ini ternyata akan tersisa banyak di atas baki
'high chair' mereka atau berhamburan di lantai. Lebih buruk lagi, kita
sering merasa 'sakit hati' dengan sikap menolak mereka, sikap yang
seharusnya tidak perlu dilakukan.
Sebenarnya, apa yang sedang terjadi? Mengapa para batita ini menjadi 'picky
eaters'?
WHY TODDLERS ARE PICKY
Menjadi 'picky eater' adalah bagian dari fase hidup seorang batita. Studi
menunjukkan bahwa ada beberapa alasan yang berhubungan dengan perkembangan
si anak tentang mengapa mereka dengan rentang usia 1-3 tahun suka
mempermainkan makanan atau makan sedikit2 makanan mereka. Setelah melewati
masa 1 tahun dengan grafik pertumbuhan yang sangat cepat (umumnya anak usia
1 tahun memiliki BB 3x BB lahirnya), penambahan BB batita mulai melaju lebih
lambat. Itulah sebabnya, mereka butuh lebih sedikit makanan.
Kenyataan bahwa batita selalu aktif bergerak juga mempengaruhi pola makan
mereka. Mereka tidak akan mau duduk tenang dalam waktu lama untuk segala
jenis aktivitas, bahkan untuk aktivitas makan. Memenuhi kebutuhan mereka
dengan penganan kecil (snacks) sepanjang hari kelihatannya lebih cocok
dengan gaya hidup 'para pejelajah clik' ini, dibandingkan dengan meminta
mereka untuk duduk manis menghabiskan menu makanan lengkapnya.
LEARNING THIS HELPED US RELAX
Kini kita bisa menyadari bahwa tugas kita hanyalah menyediakan makanan yang
tepat untuk mereka, menyiapkannya dengan cara yang sehat dan bergizi (mis.
lebih memilih makanan yang diolah dengan cara dikukus daripada direbus,
dipanggang daripada digoreng), dan menyajikannya dengan cara yang kreatif.
Setelah itu .... terserah pada para batita ini. Sebanyak apa mereka makan,
kapan mereka makan, dan kalau mereka makan .... sebagian besar adalah
tanggung jawab mereka, kita belajar untuk tidak mengambil pujian juga
memikul kesalahan dalam hal ini.
TODDLERS LIKE TO BINGE ON ONE FOOD AT A TIME
Batita mungkin hanya makan buah-buahan hari ini, dan sayuran di lain hari.
Karena kebiasan makan yang 'tidak menentu' (yang memang normal sejalan
dengan 'mood' mereka), jangan heran jika anak Anda makan banyak di satu hari
dan praktis 'tidak makan apa-apa' di hari lain. Batita membutuhkan antara
1.000 - 1.300 kalori seharinya, itu pun mereka belum tentu mendapatkan
jumlah kalori yang sama dari total jumlah makan mereka setiap
harinya. Karena itu, targetkan bahwa anak kita mendapatkan asupan makanan
bergizi dan seimbang setiap minggunya, bukan setiap harinya.
Semua penjelasan di atas bukan bermaksud agar para orang tua tidak perlu
lagi membujuk batita mereka untuk makan dengan baik dan membangun kebiasaan
maka yang sehat.
Berdasarkan pengalaman pribadi Dr. William Sears, MD dan Martha Sears, RN
menangani kedelapan anak-anaknya, mereka telah mengembangkan 17 tips untuk
menarik minat makan anak-anaknya sekaligus meminimalkan timbulnya
'pertengkaran' saat makan.
1. Offer a nibble tray.
Batita suka mencicipi segala jenis makanan, jadi mengapa kita tidak
menawarkan semacam 'smorgasbord' (penyajian menu ala 'buffet') kepada
mereka? Tip pertama dari dapur 'Sears' adalah dengan menawarkan sebuah
'nibble tray' pada batita. Gunakan wadah es batu, wadah muffin, atau wadah
/piring makanan (yang sudah terkotak-kotak didalamnya), dan taruh jenis
makanan yang bergizi, warna menarik serta dalam porsi kecil (bite-size) di
setiap bagian wadah tsb. Beri nama 'jenaka' untuk jenis 'finger foods' ini
yang disukai oleh anak kita, seperti:
- 'bulan' apel (buah apel yang diiris tipis2)
- 'perahu' alpukat (potongan buah alpukat)
- 'roda' pisang
- 'pohon' brokoli (brokoli yang dikukus)
- 'pedang' wortel (wortel dimasak dan diiris tipis)
- 'blok gedung' keju
- 'kano' telur (irisan telur)
- 'little O' (sereal berbentuk O)
Letakkan makanan ini di meja yang mudah dilihat dan mudah dijangkau. Saat
anak Anda sibuk beraktivitas di sekeliling rumah, ia dapat berhenti, duduk
sejenak, mengambil makanan di 'nibble tray', menggigitnya, dan melanjutkan
aktivitasnya. 'Waktu saji' makanan seperti ini bisa berlangsung dalam 1-2
jam.
NUTRITIP: Good Grazing - Good Behavior
Perilaku seorang anak kadang berhubungan dengan pola makannya. Orang tua
kadang dapat mengamati bahwa perilaku seorang batita mulai 'menjengkelkan'
menjelang siang atau menjelang sore hari. Dapatkah Anda melihat
hubungannya? Semakin lama anak beraktivitas tanpa makanan, semakin
'menjengkelkan' perilaku mereka. Dengan kegiatan 'mencicipi' seperti tip
no.1 di atas, hal ini membantu meminimalkan kadar naik-turunnya gula darah
dan mengurangi perilaku anak yang tidak diinginkan.
2. Dip it.
Anak-anak mengira bahwa mencelupkan makanan dalam 'dip' yang lezat adalah
hal yang lucu ('berantakan' tapi 'menyenangkan'). Ada beberapa alternatif
bahan yang bisa dijadikan 'dip':
- keju cottage atau dip tofu
- keju krim
- juice buah
- guacamole (saus alpukat)
- selai kacang
- puree buah atau sayuran
- yoghurt (plain atau ditambahkan pemanis dari konsentrat juice
Penyajian 'dips' dapat langsung dimakan sendiri atau dioleskan di atas
potongan buah apel atau pear,'bell-pepper strips', kue, roti 'bagel', roti
bakar, atau bahan makanan bergizi lainnya.
3. Spread it.
Batita suka sekali mengoles, atau lebih tepat lagi,
'mencoreng-moreng'. Tunjukkan pada mereka bagaimana menggunakan pisau roti
untuk mengoles keju, selai kacang atau konsentrat buah di atas biskut, roti,
atau kuenya.
4. Top it.
Batita suka dengan 'toppings' (yang ditaruh di atas/puncak kue). Pilih
sesuatu yang familiar sekaligus favorit mereka sebagai 'topping' dari sajian
menu 'baru' atau menu yang 'tidak terlalu disukai' si kecil. Hal seperti ini
cukup mampu mengatasi anak yang rewel dengan jenis makanan
tertentu. Alternatif 'topping' yang merupakan favorit: yoghurt, keju krim,
keju yang dilelehkan, saus alpukat, saus tomat, saus apel, dan selai kacang.
5. Drink it.
Jika anak Anda lebih suka minum daripada makan, jangan putus asa. Sajikanlah
'smoothie' - dari bahan-bahan makanan yang ada. Susu dan buah - dipadu mis.
dengan juice, 'egg powder', biji gandum, yoghurt, madu, dan selai kancang -
dapat menjadi salah satu menu yang sangat sehat. Lalu bagaimana jika jenis
menu seperti ini dikonsumsi menggunakan sedotan? Cermati hal ini: hindari
segala jenis minuman yang ada kandungan telur mentahnya untuk menghindari
resiko keracunan kuma Salmonella.
6. Cut it up.
Seberapa banyak seorang anak memakan makanannya kadang bergantung pada
bagaimana Anda memotong/mengiris makanan tsb. Potong sandwich, pancake,
waffle, dan pizza dalam berbagai jenis bentuk menggunakan pemotong kue.
7. Package it.
Penampilan luar sangatlah penting. Untuk sesuatu yang baru dan berbeda,
mengapa Anda tidak menggunakan piring mainan anak Anda sebagai wadah
makanannya? Anak-anak kita menikmati hal-hal tak terduga dan fantastis jika
ada hubungannya dengan penyajian makanan - dengan material apa saja, mulai
dari cangkir plastik pengukur bahan makanan hingga wadah (kerucut) ice cream
.
Anda juga dapat mencoba pendekatan 'membuat ukuran/porsi' semakin
kecil. Selain menyajikan makanan dengan porsi kecil, atau, jika memang
tersedia, beli peralatan makanan dengan 'munchkin-size', seperti untuk
membuat roti bagel mini, pie mini, chicken drummettes (bagian daging dari
sayap ayam), juga muffin mini.
8. Become a veggie vendor.
Saya mungkin sudah mendengar, 'Dokter, anak saya tidak mau makan sayur'
ribuan kali. Walaupun begitu, anak tsb. tetap bertumbuh dengan
baik. Sebenarnya, menu sayuran membutuhkan sejumlah kiat marketing yang
kreatif, mengingat makanan ini tampaknya merupakan jenis yang paling
ditentang anak-anak di rumah. Berapa banyak sayuran yang dibutuhkan seorang
batita? Walaupun mereka seharusnya mendapatkan 3-5 porsi sayuran setiap
harinya, untuk anak-anak balita (di bawah 5 tahun), setiap porsi yang
dibutuhkan hanya seukuran 1 sendok makan. Dengan kata lain, anak usia 2
tahun idealnya mengkonsumsi 2 sendok makan sayuran 3-4 kali setiap harinya.
Jadi jika Anda bukanlah orang tua dari anak-anak 'pecinta sayuran', cobalah
beberapa tips berikut ini:
- Berkebun dengan anak Anda.
Biarkan dia menolong Anda merawat tanaman, memanen sayuran yang matang,
membantu mencuci dan menyiapkan sayuran untuk menu makanan. Ia mungkin akan
lebih berminat untuk makan sayuran yang telah ia 'bantu' untuk tumbuh,
matang dan siap disajikan.
- Selipkan lembaran atau potongan sayuran ke dalam makanan favorit.
Coba untuk tambahkan sayuran pada nasi, keju cottage, keju krim, saus
alpuat, atau bahkan macaroni dan keju. Pancake Zucchini dan muffin wortel
adalah makanan favorit di rumah kami.
- 'Kamuflase' kan sayuran dengan saus favorit.
- Gunakan sayuran sebagai 'finger foods' dan celupkan ke dalam saus atau
'dip' favorit.
- Dengan pemotong kue, potong sayuran dalam bentuk-bentuk yang menarik.
- Kukus sayuran hijau
Pengolahan dengan cara ini menghasilkan sayuran yang lebih ber-cita rasa dan
lebih manis.
- Gunakan sayuran sebagai seni
Ciptakan bentuk 'wajah' yang penuh warna dengan menggunakan irisan olive
sebagai 'mata', tomat sebagai 'kuping', jamur sebagai 'hidung',
'bell-pepper' sebagai 'janggut', dan alternatif bentuk jenaka
lainnya. Lauren, anak ke-8 kami, gemar menaruh olive pada ujung jari-jari
tangannya yang kemudian dimakan dengan cara dicomot satu-demi satu dari
setiap ujung jarinya. Pancake Zucchini juga bisa menjadi 'wajah' yang
sempurna jika ditambahkan kacang polong sebagai 'mata', wortel sebagai
'hidung' dan keju sebagai 'rambut'.
- Buat kamuflase yang kreatif
Ada banyak variasi yang mungkin bisa dibuat menggunakan 'keju dalam pohon'
(brokoli kukus dengan topping keju yang meleleh). Atau, Anda dan anak Anda
juga dapat menikmati nikmatnya sayuran (khususnya untuk hidangan Asia)
dengan saus selai kacang sebagai topping.
9. Share it.
Jika anak Anda sedang mengalami fase 'picky eater', undanglah teman sebaya
atau sedikit lebih tua darinya yang Anda tahu adalah anak 'suka makan'. Anak
Anda akan terpengaruh juga. Makan bersama-sama seperti ini akan membuat
seorang anak dapat melihat contoh dan mengikutinya.
10. Respect tiny tummies.
Tetap sajikan makanan dalam porsi kecil. Ingin tahu seberapa besar porsi
itu? Inilah petunjuknya. Ukuran lambung seorang anak kurang lebih sama
dengan ukuran kepalan tangannya. Jadi berikan porsi kecil pertama-tama, dan
isi kembali piringnya jika anak Anda ingin makan lagi. Metode 'less-is-more'
ini tidak saja lebih berhasil untuk diterapkan pada anak-anak 'picky
eaters', tapi juga memiliki keuntungan tambahan dalam hal menstabilkan kadar
gula darah, yang pada gilirannya meminimalkan perubahan mood si
kecil. Sebagaimana para orang tua tahu, anak yang lapar umumnya adalah anak
yang tidak bahagia.
Lakukan metode yang disebut 'the bite rule' untuk membujuk anak yang 'picky
eater': 'coba gigit sekali, coba gigit2x ...' (sejauh yang dapat Anda
lakukan untuk membujuknya tanpa memaksanya makan). Metode ini minimal
membuat anak Anda mau mencicipi jenis makanan baru juga memberinya
kesempatan untuk memegang kendali terhadap makanannya. Sedapat mungkin,
biarkan anak Anda - dan seleranya - menentukan kecepatan makannya. Tetapi
jika Anda ingin anak Anda makan bersamaan waktunya dengan Anda, coba untuk
kondisikan agar waktu makan selingan (snacks) terakhirnya minimal 2 jam
sebelum waktu makan bersama-sama Anda.
11. Make it accessible.
Berikan anak Anda ruang khusus sebagai 'gudang' tempat stok
makanannya. Sediakan laci terbawah di dalam kulkas Anda untuk menaruh
segala macam makanan dan minuman favorit (dan bergizi) anak Anda. Kapan saja
ia menginginkan makanan tsb., bukakan pintu kulkas dan biarkan dia memilih 1
macam makanannya. Taktik ini juga memungkinkan anak-anak untuk makan saat
mereka merasa lapar, suatu langkah penting dalam membangun kebiasaan yang
sehat tentang makanan.
12. Use sit-still strategies.
Satu alasan mengapa para batita tidak suka duduk tenang di meja makan
keluarga yaitu karena mereka harus duduk dengan kaki menggantung. Cobalah
Anda duduk di atas bangku pendek (stool) saat makan. Anda secara alami akan
segera menggeliat dan ingin segera bangkit dan bergerak di sekeliling
bangku. Anak-anak cenderung duduk dan makan lebih lama jika menggunakan
meja dan kursi khusus ukuran anak-anak di mana kaki mereka dapat menyentuh
lantai.
13. Turn meals upside down.
Perbedaan antara makan pagi, makan siang dan makan malam tidak terlalu
berarti untuk seorang anak. Jika anak Anda ngotot ingin makan pizza waktu
pagi hari atau buah dan sereal di waktu malam, ikuti saja - lebih baik
dibandingkan ia tidak mau makan sama sekali. Hal ini bukan berarti Anda
harus menjadi orang tukang masak dengan order kilat, atau selau melayani
banyak permintaan spesial, tetapi mengapa Anda tidak biarkan batita Anda
merancang menu makanannya sendiri di waktu-waktu tertentu? Anggota keluarga
lainnya juga mungkin bisa ikut menikmati kesenangan baru dengan adanya
hidangan wafel dan 'hash brown' saat makan malam.
14. Let them cook.
Anak-anak lebih cenderung makan makanan kreasi mereka sendiri, jadi jika
memungkinkan, biarkan anak Anda membantu Anda menyiapkan makanannya. Gunakan
pemotong kue untuk menciptakan desain yang dapat dimakan dalam menunya,
seperti: keju, roti, irisan tipis daging, atau mie lasagna matang. Beri
'asisten' Anda tugas semacam: merobek dan mencuci helai daun selada,
menggosong kentang, atau mengaduk adonan. Isi adonan pancake ke dalam botol
pencet dan biarkan anak Anda menjadi 'supervisor' saat Anda membuat
bentuk-bentuk yang lucu (mis. bentuk hati, angka, huruf, atau bahkan ejaan
nama anak) di atas wajan panas.
15. Make every calorie count.
Tawarkan anak anda jenis makanan yang mengandung banyak gizi dalam 'dosis'
kecil. Ini khususnya berguna bagi batita yang aktif seperti 'kelinci' tapi
makan seperti 'tikus'.
Makanan padat gizi yang disukai sebagian besar anak-anak, di antaranya:
- Alpukat
- Pasta
- Brokoli
- Selai kacang
- Nasi (beras merah) dan 'grains'
- Kentang
- Keju
- Daging unggas
- Telur
- Labu
- Ikan
- Ubi
- Kacang merah
- Tofu
- Yoghurt
16. Count on inconsistency.
Untuk anak-anak, apa dan berapa banyak makanan yang mereka ingin makan
mungkin berbeda-beda setiap harinya. Ketidakteraturan ini menjadi bagian
terbesar dalam sikap 'kebingungan' mereka tentang makna 'tidak mau
bergantung pada orang lain', dan aktivitas makan adalah area di mana mereka
dapat mengambil sikap seperti itu. Jadi janganlah terkejut jika anak Anda
makan sepiring penuh di satu hari dan praktis tidak makan apa-apa keesokan
harinya, sangat mengagumi brokoli di hari Selasa dan menolaknya
mentah-mentah di hari Kamis, ingin melakukannya sendiri pada suatu
kesempatan makan dan di lain waktu benar-benar ingin disuapi.
Seperti yang dinyatakan salah seorang orang tua dalam kegiatan praktek kami,
' satu-satunya hal konsisten tentan masalah memberi makan batita adalah
'ketidak konsistenan''. Cobalah untuk tetap ikut serta dalam perubahan mood
anak Anda dalam soal makanan, dan jangan sekali-kali memasukkan ke hati
tentang sikap mereka terhadap issue makanan.
17. Relax.
Di masa antara ulang tahun yang ke-2 dan ke-3 anak Anda, bersiaplah dengan
kebiasaan nya yang siap dengan idenya sendiri terhadap semua hal - termasuk
cara makanan disiapkan dan disajikan. Bersiaplah dengan perasaan hatinya
yang 'terlalu mendalam' terhadap makanan. Jika memang selai kacang itu
harus berada di atas jelly, tetapi Anda malah melakukan sebaliknya,
bersiaplah untuk mendengar protes. Tidaklah mudah beradu argumentasi dengan
si-2-tahun yang 'berpendirian keras'. Lebih baik belajar membuat sandwich
ala anak Anda.
Jangan menginterpretasikan sikap anak Anda ini sebagai sikap 'keras kepala'.
Batita memiliki pola pikir tentang urutan terhadap segala sesuatu dalam
dunia mereka. Alternatif lain tidak dapat diterima. Ini adalah tahap
perkembangannya yang akan segera berlalu.
(translated by Sylvia Radjawane)
Dikutip dari : http://www.mail-archive.com/ayahbunda-online@yahoogroups.com/msg12250.html

0 komentar:
Posting Komentar